hukum ziarah makam wali
Categories:

Apakah Hukumnya Berziarah ke Makam Wali?

Kita tahu bahwasannya ziarah kubur adalah dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam. Dahulu, ziarah kubur dilarang, kemudian ketika nabi telah melihat iman para sahabat sudah kuat, maka nabi menganjurkannya karena banyak manfaat didalamnya.

كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة

Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al Haakim no.1387, didhaifkan Al Albani dalam Dha’if Al Jaami’, 4279)

Hal ini juga berlaku untuk berziarah ke makam para orang-orang sholeh sehingga tidak ada masalah kita berziarah kepada orang yang dianggap sebagai wali seperti sahabat nabi dan lain-lain.

Namun, kita dilarang berziarah dengan tujuan meminta-minta kepada orang yang sudah meninggal. Kita dapat mendoakan mereka yang sudah meninggal dan mengenang jasanya.

Selain itu, jika ternyata mengunjungi makam wali tersebut membutuhkan safar atau perjalanan yang jauh, maka hal tersebut menjadi tidak harus atau tidak disarankan. Namun, jika kita sedang dalam perjalanan dan di wilayah tersebut ada makam wali, maka kita dapat berziarah dengan mendoakan dan mengenang jasanya BUKAN untuk meminta-minta.

Berikut adalah penjelasan atau jawaban lengkap dari Ustadz Dr. Firanda Adirja ketika ditanya tentang hukum dan tatacara berziarah kubur termasuk ke makam wali.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *